
UNHKU,17 September 2024– Universitas Nurul Hasanah kembali menggelar kuliah umum sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2024. Acara ini berlangsung pada Selasa 17 September 2024 di Aula Universitas dan menghadirkan Ramadhansyah, S.Ag., MM., Ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Aceh Tenggara, sebagai pembicara utama. Dengan tema “Peranan Organisasi Kemahasiswaan dalam Pengembangan Civic Skill Mahasiswa,” kuliah umum ini berfokus pada peran strategis organisasi dalam membentuk karakter dan keterampilan kewarganegaraan mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Ramadhansyah menekankan bahwa keterlibatan aktif dalam organisasi kemahasiswaan—baik di dalam kampus maupun di luar kampus—sangat penting untuk mengembangkan civic skill atau keterampilan kewarganegaraan yang mendukung kemajuan pribadi dan sosial mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa organisasi mahasiswa terbagi dalam dua kategori utama: Internal Organisasi Kemahasiswaan di dalam Kampus dan Eksternal Organisasi Kemahasiswaan di Luar Kampus.
Internal Organisasi Kemahasiswaan di Dalam Kampus
Ramadhansyah menjelaskan bahwa internal organisasi kemahasiswaan mencakup organisasi seperti yang BEM Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti UKM seni, Olahraga,LDK( Lembaga Dakwah Kampus dan lain-lain. Organisasi-organisasi ini memainkan peran penting dalam mendukung kehidupan akademik serta mengembangkan keterampilan kepemimpinan, manajemen waktu, dan komunikasi.
Eksternal Organisasi Kemahasiswaan di Luar Kampus
Sementara itu, untuk eksternal organisasi kemahasiswaan, Ramadhansyah menyoroti pentingnya keterlibatan dalam organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Menurutnya, organisasi eksternal ini memperluas wawasan mahasiswa tentang realitas sosial dan politik di luar kampus serta membekali mereka dengan keterampilan advokasi, negosiasi, dan kepemimpinan publik.

“Keikutsertaan dalam organisasi eksternal memberikan peluang besar untuk bersentuhan dengan komunitas yang lebih luas, serta memungkinkan mahasiswa untuk berkontribusi dalam kegiatan kemasyarakatan di tingkat lokal, regional, hingga nasional,” ujar Ramadhansyah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas organisasi dan tanggung jawab akademik, agar mahasiswa tetap dapat berprestasi di kedua bidang tersebut.
Ramadhansyah menjelaskan bahwa civic skill merupakan modal penting yang harus dimiliki mahasiswa untuk menghadapi tantangan di era globalisasi. Keterampilan ini mencakup kemampuan berpartisipasi dalam proses demokrasi, memahami hak dan tanggung jawab sebagai warga negara, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial. Mahasiswa yang mengembangkan civic skill melalui organisasi akan lebih siap untuk berperan dalam masyarakat dan memiliki kemampuan untuk memimpin perubahan.
“Dalam dunia yang semakin kompleks, civic skill memungkinkan kita untuk beradaptasi dengan cepat, mengatasi permasalahan sosial, serta berkontribusi dalam menciptakan perubahan yang positif,” tegas Ramadhansyah.
Antusiasme Mahasiswa Baru
Kuliah umum ini disambut dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa baru yang hadir. Sesi tanya jawab yang interaktif menjadi momen bagi peserta untuk bertanya lebih dalam mengenai bagaimana mengelola peran di organisasi tanpa mengabaikan tanggung jawab akademik. Ramadhansyah berbagi pengalaman pribadinya dalam mengelola waktu selama aktif di berbagai organisasi, serta menekankan bahwa kunci keberhasilan adalah manajemen diri yang baik dan konsistensi dalam menjalankan tugas
Acara PKKMB ini merupakan bagian dari upaya Universitas Nurul Hasanah dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki soft skill yang kuat dan berdaya saing tinggi. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan yang memiliki jiwa sosial, kepemimpinan yang solid, serta kontribusi nyata dalam masyarakat.